Archives post

03Feb
Trip

Menyusuri Budaya Tionghoa di Tangerang

Berbicara Etnis Tionghoa di Tangerang sangat identik dengan Tionghoa Benteng. Nama yang sudah lama melekat dan menjadi bagian dari sejarah pada zaman Belanda di Indonesia. Untuk mengisi libur Imlek ini, Anda bisa jalan-jalan ke Tangerang. Di sana Anda bisa melihat sekaligus merasakan kultur Tionghoa yang kental.

Masyarakat Tionghoa Tangerang disebut dengan Tionghoa Benteng yang berasal dari kata ‘Benteng’. Penyebutan itu karena pada zaman dahulu, Kota Tangerang dikelilingi benteng yang dibuat Belanda di pinggir Sungai Cisadane.

Keberadaan Etnis Tionghoa di Tangerang pun semakin tumbuh dengan kebudayaan yang dapat terlihat dari segi kehidupan masyarakatnya mulai dari bangunan hingga kebiasaannya.

Beberapa kebudayaan khas yang kental dengan nuansa Cina di Tangerang adalah seperti Festival Cisadane yang merupakan bagian dari perayaan Peh Cun. Perayaan ini dlakukan warga keturunan Cina di Tangerang. Acara tersebut berlangsung di Sungai Cisadane dengan beragam kegiatan seperti lomba perahu naga, pertunjukan kembang api dan sinar laser, lomba dayung nasional, lomba perahu hias dan menabur bacang di sungai. Event tahunan ini juga ditampilkan kesenian lokal seperti gambang kromong.

Museum Benteng Heritage

Perkembangan budaya Tionghoa juga tersimpan di Museum Benteng Heritage. Dimana tersimpan artefak sejarah yang terletak di Jalan Cilame nomor 20, kawasan Pasar Lama. Museum ini merupakan bangunan yang dibeli dan diperbaiki secara pribadi oleh Udaya Halim. Bangunan yang dipergunakan sebagai museum diperkirakan dibangun pada abad ke-17 dan merupakan bangunan berarsitektur Cina tertua di Kota Tangerang. Artefak tertua di sana berasal dari masa pendaratan Laksamana Ceng Ho. Selain peninggalan bernuansa Tionghoa, Museum Benteng Heritage juga menyimpan berbagai kamera lawas dan piringan hitam.

Semua koleksi disimpan rapi di dalam etalase dan termasuk barang-barang yang berada di luar lemari etalase. Barang pertama yang akan ditemukan pada lantai dua ialah botol kecap raksasa dengan berisi botol-botol kecap kosong dari berbagai merek.

Kota Tangerang terkenal dengan kecapnya dan kecap yang paling terkenal ialah kecap benteng. Kecap Benteng sudah memulai produksinya pada tahun 1882 dan masih bertahan hingga saat ini dengan menggunakan pengolahan tradisionalnya.

Etalase koleksi lainnya ada beberapa timbangan opium yang berasal dari beberapa negara, seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia, Burma dan Thailand. Timbangan merupakan simbol dari pasar lama yang merupakan pusat perdagangan. Di museum ini juga terdapat perlengkapan yang digunakan sehari-hari masyarakat Tionghoa, seperti kebaya, baju pernikahan, papan permainan mahjong dan domino, sepatu, pispot, ranjang tradisional dan lainnya. Salah satu yang menarik perhatian ialah adanya beberapa pasang sepatu tradisional Tiongkok yang berukuran sangat kecil.

Ini adalah sepatu yang digunakan para wanita Tiongkok pada zamannya. Zaman dahulu, wanita dengan ukuran kaki yang sangat kecil memiliki arti wanita yang cantik dan semakin kecil ukuran kakinya maka ia dinilai semakin cantik.

Bagian paling menarik dari museum ini adalah sebuah relief yang berada di bagian atas tengah museum ini yang menceritakan tentang cerita dari Three Kingdom dan kondisinya masih sangat bagus, yakni 95% asli.

Museum Benteng Heritage sangat melarang keras para pengunjung untuk mengambil foto di dalam museum, khususnya di dekat barang-barang koleksi dari museum ini. Para pengurus khawatir apabila mengambil foto dapat tidak sengaja atau disengaja merusak koreksi walaupun hanya sekedar barang sehari-hari yang tidak penting. Museum ini buka pada setiap hari pada pukul 10.00- 17.00 WIB dengan biaya retribusi sebesar Rp 20,000.

Klenteng Boen Tek Bio

Klenteng Boen Tek Bio

Klenteng Boen Tek Bio

Jejak pecinan yang kuat juga bisa Anda lihat dari bangunan tempat ibadah di sekitar area ini. Tepatnya klenteng Boen Tek Bio yang disebut juga Padumuttara. Klenteng Boen Tek Bio, berlokasi di Jalan Bhakti nomor 14. Klenteng ini merupakan satu dari tiga klenteng tertua yang ada di Tangerang. Diperkirakan berusia sekitar tiga abad.

Bangun klenteng, seperti dilansir dari situs Boen Tek Bio, diperkirakan dibangun pada tahun 1684. Klenteng ini dibangun seorang tuan tanah (kapitan). Hal menarik dari klenteng ini adalah berbagai aksesori yang ada mulai dari tempat sembahyang, papan, serta lonceng besar yang terdapat di bagian depan klenteng berasal dari Tiongkok.

Di klenteng ini juga setiap 12 tahun sekali, bertepatan dengan tahun naga, diadakan perayaan besar YMS Kwan Im Hud Couw atau perayaan arak-arakan Toapekong. Perayaan Toapekong terakhir kali diadakan pada 6 Oktober 2012. Perayaan berikutnya akan diadakan pada 2024.

 Kuliner di Pasar Lama

Berjarak kurang lebih seratus meter dari Stasiun Tangerang, Anda bisa menjelajah Pasar Lama yang menjajakan berbagai penganan khas Tionghoa. Jelajahi juga museum dan vihara yang letaknya persis di sebelah pasar.

Di Pasar Lama Anda bisa mencicipi aneka makanan dan minuman. Ada otak-otak ikan tengiri, daging babi asap, es cincau. Beberapa yang legendaris, seperti Laksa Benteng dan Asinan Lan Jin sebaiknya tidak Anda lewatkan. Laksa Benteng tidak menggunakan kemangi mentah dan kuahnya tidak sekental laksa Betawi maupun Bogor. Anda bisa mencicipi Laksa Banteng Sitar, yang gerobaknya selalu parkir di depan Klenteng Boen Tek Bio. Saran untuk Anda, sebaiknya datang lebih pagi. Karena hanya tersedia pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIB.

Asinan Lan Jin, sudah ada sejak 1979. Asinan ini terkenal di wilayah Tangerang. Anda bisa datang langsung ke kedai yang ada di beranda rumah. Posisinya tak jauh dari Klenteng Boen Tek Bio.

Selain itu, ada pula bubur kepiting yang merupakan salah satu kuliner favorit di Pasar Lama Tangerang. Bubur kepiting ini hadir dalam mangkuk khas berwarna hijau yang di dalamnya berisi campuran bubur dengan suwiran kepiting dan ayam, abon, manisan lobak, serta kacang mede.

Wihara Boen San Bio

Kemudian juga ada 13 Wihara Boen San Bio. Menyusuri budaya Tionghoa di Tangerang tentu tidak lengkap jika tidak berkunjung ke klenteng atau wiharanya. Setidaknya ada lima klenteng tua yang dapat Anda temui saat menelusuri daerah Tangerang mulai dari Klenteng Tanjung Kait di pesisir utara hingga Klenteng Boen Hay Bio di Kota Tangerang Selatan. Anda juga bisa mengunjungi Klenteng Sampo Tay Jin yang memuja Laksamana Ceng Ho.

Masjid Kalipasir

Masjid Kalipasir

Masjid Kalipasir

Nuansa budaya Cina juga tampak pada bangunan Masjid Kalipasir. Masjid yang dibangun pada abad ke-17 itu merupakan bukti akulturasi dan toleransi masyarakat lokal muslim dengan warga pendatang Cina. Masjid yang berlokasi di Kampung Kalipasir, Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang ini memiliki menara dengan bentuk mirip pagoda Cina. Pemilihan warna pada kubah masjid juga dipengaruhi oleh kultur Tionghoa sehingga digunakan warna emas karena dianggap bertuah.

Bila ingin melihat secara langsung kebudayaan masyarakat Cina Benteng, Anda bisa datang langsung ke Tangerang. Bila menggunakan kendaran pribadi, Anda dapat melewati Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Sedangkan angkutan publik yang dapat diakses adalah kereta ekonomi dan komuter dari Stasiun Jakarta Kota. Selanjutnya Anda tinggal turun di Stasiun Tangerang untuk mulai menelusuri budaya Tionghoa-nya.

Teks : TSS, Foto : Istimewa

03Feb
Product

Sony A6000 : Mirrorless dengan Segudang Kelebihan

Akhir-akhir ini jenis kamera mirrorless selalu menjadi topik hangat untuk dibahas, karena hasil dari jepretannya yang mampu menyaingi kamera DSLR. Melihat momen ini, Sony salah satu produsen kamera yang...

03Feb
Culinary

Mama’s German Restaurant & Bar : Masakan Rumah Khas Jerman

Jarang dapat kita temui restoran yang menyajikan makanan ala Jerman asli seperti dari negara asalnya. Apalagi yang diolah langsung oleh “mama”. Maksudnya di sini yaitu masakan rumahan yang umumnya...

03Feb
Culinary

Francis Artisan Bakery : Paduan Roti Eropa dengan Ciri Khas Asia

Berada di Summarecon Mal Serpong 2, lantai dasar, Francis Artisan Bakery merupakan gerai roti sehat yang sedang booming akhir-akhir ini. Ajak teman dan keluarga Anda untuk menikmati roti sehat dengan...

03Feb
Health

Seberapa Pentingkah Babymoon Bagi Ibu Hamil?

Kehamilan adalah suatu anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada pasangan yang telah menikah. Sebagai calon orang tua, Anda dan pasangan harus merayakan dan mepersiapkan diri untuk menyambut kehadiran...

03Feb
Health

Khasiat Infused Water Strawberry Untuk Tubuh

Beberapa tahun belakangan ini, infused water sedang digemari banyak orang dan menjadi gaya hidup karena dipercaya mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Infused water terbuat dari potongan –...

03Feb
Kids

Mengenalkan Olahraga Ekstreme Pada Buah hati

Olahraga ekstrem memang identik dengan sesuatu yang memacu adrenalin. Biasanya, olahraga penuh tantangan ini dilakukan oleh mereka yang telah berusia 15 – 45 tahun. Namun, bagaimana jika olahraga ini...

FOLLOW @ INSTAGRAM