13Apr
Hangout

4 Hal Unik Mandalika Lombok yang Perlu Anda Tahu

Masuknya Mandalika-Lombok dalam 10 destinasi prioritas nasional, menjadikan kawasan ini semakin hari kian ramai dikunjungi wisatawan. Untuk itu, agar liburan Anda semakin berkesan, sebaiknya kenali 5 hal menarik yang ada di Mandalika, Lombok ini!

Bau Nyale

Sebagai agenda tahunan, berkisar di bulan Februari dan Maret, Mandalika menggelar pesta rakyat dan upacara budaya yang dikenal dengan nama Bau Nyale. “Bau” sendiri diambil dari bahasa suku Sasak Lombok yang berarti menangkap.

Sedangkan “nyale” berarti sebuah binatang laut sejenis cacing kecil yang hidup di karang dibawah permukaan laut yang tersebar di kawasan Mandalika-Lombok. Nantinya, Nyale yang telah ditangkap di pantai, akan mereka taburkan ke area sawah untuk kesuburan padi dan tanaman lainnya.

Hal ini tidak lepas dari unsur keyakinan penduduk setempat yang sangat yakin jika cacing laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan, terutama untuk kesuburan tanah pertanian agar menghasilkan panen yang memuaskan. Uniknya, Nyale juga dapat dijadikan santapan lezat berupa emping Nyale, lauk pauk, obat kuat bagi masyarakat Mandalika.

Pasir Merica

Keunikan dari pantai yang ada di Mandalika adalah memiliki butiran pasir yang menyerupai biji merica. Pasir dengan jenis seperti ini mudah ditemui terutama ketika memasuki Pantai Tanjung Aan. Tidak hanya itu, di salah satu sudut Pantai Kuta Lombok, pasir biji merica juga terkadang dapat ditemui di sekitarnya.

Keunikan inilah yang terkadang dimanfaatkan oleh wisatawan yang bertandang untuk bisa membawanya pulang sedikit untuk dijadikan oleh-oleh khas Mandalika, Lombok. Tanpa harus mengeluarkan bujet, cinderamata sudah didapatkan. Bisa dibungkus dalam plastik ataupun diletakkan di dalam botol, semua sama-sama memiliki keunikan.

Keunikan Rumah Desa Sade

Salah satu keunikan dari rumah ini terlatak pada cara perawatannya. Dimana, lantainya yang terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan sedikit sekam padi ini harus digosok dengan kotoran kerbau sebelum upacara adat berlangsung.

Nantinya, kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu. Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Mereka percaya dengan kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis yang ditujukan pada penghuninya.

Teknologi SWRO

Sebagai kawasan yang masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional, pembangunan Mandalika memang terus berinovasi, salah satunya pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau alat penyuling air laut di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Desa Kuta Pujut, Lombok Tengah.

Sistem yang dibangun bersama antara PT Indonesia Tourism Development Corporation bersama dengan perusahaan Amerika ini diharapkan dapat sesuai dengan konsep ecotourism yang dibrading di kawasan Mandalika.

Untuk menjajal kesterilannya, Air minum hasil SWRO tersebut sudah disajikan kepada rombongan Menteri BUMN Rini Soemarno dan para Direktur Utama BUMN pada saat berkunjung ke Mandalika dalam rangka ulang tahun BUMN, awal tahun lalu.

Jadi, jangan ragu untuk berkunjung ke Mandalika sekarang juga ya! (Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM