18Nov
Kids

5 Mitos Seputar Tumbuh Kembang Bayi

Dewasa ini, banyak sekali mitos yang berkembang di kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya mitos seputar tumbuh kembang bayi yang baru lahir. Agar buah hati terhindar dari hal yang sifatnya belum pasti, sebaiknya kenali mitos-mitos berikut ini!

Sebelum usia 40 hari, kuku bayi jangan dipotong

Sebenarnya larangan ini muncul karena rasa kekhawatiran orangtua terhadap aktifitas pemotongan kuku bayi yang baru lahir akan melukai kulit jari tangan atau kulit kaki bayi. Hal ini dikarenakan masih mudanya kulit-kulit tersebut. Oleh karena itu, kalaupun ingin memotong kukunya, harus berhati-hati dan harus menggunakan gunting khusus.

Agar kaki bayi tidak bengkok, gunakan Bedong

Jika pernah mendengar manfaat bedong seperti ampuh meluruskan kaki bayi yang bengkok, serta membuat bayi tidak cepat masuk angin, tidur nyenyak, dan tidak kagetan, nyatanya memang begitu yang berkembang di masyarakat kita.

Namun, sebagai informasi, antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Umumnya, semua kaki bayi yang baru lahir terlihat bengkok. Tapi jangan khawatir, seiring tumbuh kembangnya, kaki bayi akan lurus dengan sendirinya. Hal ini tidak lepas dari aktifitas bayi yang mencoba untuk belajar berjalan yang membuat tulang kakinya semakin kuat.

Air Dingin Membuat Bayi Kuat

Jika Anda suka memandikan bayi dengan air dingin agar staminanya kuat, kurangilah dari sekarang. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Karena, bayi justru rentan terhadap suhu dingin. Itulah sebabnya mengapa para orantua selalu membedong bayinya setelah lahir agar tubuhnya tetap hangat.

Sebagai informasi, air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya mudah sakit.

Lesung pipit muncul dengan colekan cabe rawit ke pipi bayi

Sebenarnya, antara cabe rawit dengan lesung pipit tidak ada hubungannya. Namun, colekan caba rawit ke pipi bayi yang dilakukan secara terus menerus akan  memunculkan gerakan susunan otot-otot di bagian wajah terutama pipi. Dan pada bayi-bayi tertentu susunan otot-otot tersebut membentuk lekukan sehingga terjadilah lesung pipit ketika otot bergerak.

Cegah pusar bodong dengan Gurita

Pemahaman ini kurang tepat, karena tanpa menggunakan gurita pun, pusar bayi lambat laun akan masuk ke tempatnya. Sebaliknya, kalau memang bakatnya bodong, sekalipun memakai gurita, tetap saja akan bodong.

Penggunaan Gurita sebaiknya dibatasi karena jika digunakan secara terus menerus bisa membuat anak tertekan, khususnya di bagian limpa, jantung, lever, juga membuat bayi susah bernapas.

Teks : Indra, berbagai sumber || Foto : Ilustrasi, Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM