24Mar
Health

Aneka Benda Rawan Kuman

Jika Anda mengira hanya tempat duduk toilet yang sering dianggap sebagai sarang kuman, nyatanya tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, selain benda yang menyimpan 50 kuman per inci kubik tersebut, masih ada benda lainnya yang juga memiliki potensi untuk bisa menjadi sarang kuman.  Celakanya, benda-benda tersebut sering bersinggungan dalam aktifitas kita sehari-hari.

Bantal. Menurut pendiri sekaligus direktur Allergy and Asthma Care of New York, Cliff Bassett, MD,  menjelaskan agar debu dan kuman bisa hilang, sebaiknya rendam seprai lengkap dengan sarung bantal-guling serta selimut dengan air hangat sebelum mencucinya dengan sabun. Selain itu, para ahli merekomendasikan agar bantal diganti setiap enam bulan sekali untuk menghindari berkembang biaknya bakteri, dan parasit kutu yang menumpuk di dalam bantal.

Layar smartphone. Tidak ada yang menyangka jika smartphone Anda ternyata dapat menjadi sarang kuman berkembang biak. Hal ini disebabkan karena layar pada ponsel sering disentuh, sementara tangan kita juga menyimpan bakteri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar mikrobiologi molekuler, Simon Park yang menjelaskan kebanyakan bakteri yang tinggal di handphone adalah bakteri yang tidak berbahaya seperti bakteri Micrococcus. Meskipun demikian, ditemukan pula bakteri Staphylococcus aureus yang pada kondisi tertentu bisa menyebabkan infeksi yang diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, seperti bisul, jerawat, pneumonia, meningitis, dan arthritits.

Handuk. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti di University of Arizona pada tahun 2013, sebanyak 25,6 persen handuk bisa menyimpan bakteri Escherichia coli yang berkaitan dengan kasus keracunan makanan dan diare.

Hal ini dikarenakan handuk ini disukai oleh bakteri karena lembap dan dekat dengan manusia. Hal tersebut diungkapkan oleh Ahli kesehatan lingkungan Profesor Marilyn C. Roberts dari University of Washington.

Sikat gigi. Profesor Dr drg Melanie S. Djamil, MBiomed, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti menegaskan pada sikat gigi usia 3 bulan akan ada sekitar 200 juta bakteri yang menempel. Bakteri tersebut bisa mengancam kesehatan mulut seperti menyebabkan gigi berlubang bila sikat terus digunakan. Oleh karena itu, sebaiknya sikat gigi diganti tiga bulan sekali.

Spons cuci piring. Berdasarkan penelitian, spons cuci piring  mengandung 86 persen jamur, 77 persen mengandung bakteri coliform, dan 18 persen positif memiliki bakteri staphylococcus. Jadi, usahakan selalu memeras dan mengeringkan spons setiap hari. Jangan lupa untuk menggantinya dengan yang baru secara berkala.

Teks : Indra, berbagai sumber || Foto : Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM