21Apr
Business & Profile

Henry Yulianto, Warnai Dunia Balap Tanah Air

Menjadi seorang pembalap memang bukan pilihan kebanyak orang pada umumnya. Namun, jika ada sosok yang menjatuhkan hati pada kegiatan yang identik dengan adu cepat tersebut, sudah pasti orang yang dimaksud harus memiliki keberanian atau adrenalin yang tinggi dan skill mumpuni dalam mengendarai si kuda besi.

Adalah Henry Yulianto yang menjatuhkan pilihan hobinya pada dunia balap mobil dan motor sejak tahun 1992 hingga saat ini. Sejak dirinya terjun ke dunia balap, pria yang kerap disapa ‘nying-nying’ ini selalu berupaya semaksimal  mungkin atau bekerja sekeras mungkin, baik dari sisi fisik, tekad hingga komitmennya untuk tetap menjalani hobinya dengan seserius mungkin agar dapat berkontribusi dalam mewarnai dunia balap tanah air.

Selama menekuni hobi balap, pria kelahiran Semarang, 31 Juli 1978 ini sudah menjajal berbagai jenis balapan yang ada di tanah air, seperti balap mobil drag race, touring car, drifting, rally, balap motor drag bike & road race. Semua balapan tersebut memiliki sensasi tersendiri saat terlibat di dalamnya. Dan yang pasti, semua balap tersebut memicu adrenalin yang tinggi bagi para pelakonnya.

Henry

Henry

Uniknya, untuk bisa mahir menjadi seorang pembalap, dirinya belajar sendiri alias otodidak. Namun, ia juga rajin berguru pada para seniornya agar mendapat ilmu yang berguna saat turun balapan di race berikutnya.

“Agar tidak ada kendala yang berarti, umunya dua minggu sebelum race biasanya saya melakukan free practice di sirkuit dan menjaga stamina agar kondisi tetap fit,” jelasnya.

Untuk motor yang digunakan saat turun balap, Henry biasanya menggunakan type all varian: sport dan matic terutama Yamaha.

Lebih lanjut Henry mengaku, bahwa dari balapan ini ada manfaat yang diperolehnya, yaitu bisa memupuk sportifitas atau fairplay dan kepercayaan diri serta menjaga existensi nama team di dunia balap.

Selain balapan, Henry juga memiliki kegemaran memodifikasi kendaraan. Menurutnya,  untuk modifikasi umumnya hanya untuk keperluan kontes saja karena di lihat dari bahan-bahan yang di gunakan hanya untuk daily, bukan ‘race use only’. Jadi sangat berbeda dari segi material bahan.

Meskipun sudah biasa memodifikasi motor, namun Henry juga kerap menenukan kendala saat menjalaninya.

“Kendala dari konsep dan bahan yang akan di gunakan karena sebagian besar barangnya custom, namun ada juga beberapa part yang diambil dari aftermarket yang banyak dijual di pasaran,” ungkapnya.

Sedangkan untuk besarnya biaya yang dihabiskan untuk memodifikasi motor, Henry mengaku tidak ada patokan khusus utk budgeting karena sifat manusia yang tidak pernah puas. Sudah bagus dan umumnya ingin lebih bagus lagi. Hal inilah yang biasanya membuat anggaran menjadi tidak terbatas.

Terkait perkembangan olahraga balap di tanah air saat ini, Henry berpendapat bahwa perkembangan dunia balap cukup pesat dengan banyaknya event-event race yang di gelar di Indonesia. Dari sisni nantinya akan memunculkan prestasi dalam dunia balap dan bisa mengukur seberapa besar potensi race teamwork yang ada.

Lalu, bagaimana peran pemerintah dalam mendukung dunia balap (khususnya motor) saat ini? “Pemerintah harus lebih mendukung aspirasi semangat race para pembalap pemula supaya tidak banyak terjadi balap liar di jalan raya,” ujarnya.

Di sisi lain, Henry berkomentar tentang pembalap Indonesia, M. Fadli yang mengalami kecelakaan saat meraih juara di kelas Supersport 600cc di Sentul tahun 2015 . Menurutnya pribadi,  hal itu merupakan musibah, Namun, ada pelajaran yang bisa di ambil, yaitu harus lebih waspada dan memperhatikan celebrating race.

Teks : Indra, Foto : IST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM