30Mar
HealthUncategorized

Ini Dia, Rumus Tepat Waspadai Tuli!

Mendengarkan musik lewat earphone memang menjadi salah satu kebiasaan manusia jaman sekarang. Meskipun boleh-boleh saja, namun harus tetap perhatikan volume suara agar tidak merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran hingga ketulian.

dr Soekiman Soekin, SpTHT-KL, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Telinga, Hidung, Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL), menjelaskan, penggunaan headphone, suara bising pabrik atau menonton konser musik merupakan faktor risiko utama terjadinya ketulian karena bising. Sifatnya pun bisa sementara atau permanen. Untuk tuli sementara, nantinya bisa mendengar kembali. Sedangkan permanen harus menggunakan alat bantu dengar.

Untuk mewaspadai hal ini agar tidak terjadi pada Anda, dr Damayanti Soetjipto, SpTHT-KL, Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) melanjutkan, agar telinga tetap sehat, gunakan rumus 60 per 60.

Artinya, volume maksimal 60 persen untuk kiri dan kanan dengan batas maksimal mendengarkan musik lewat earphone 60 menit. Setelah itu, ambillah waktu istirahat selama beberapa menit. Dan jangan lupa untuk memilih earphone yang memiliki peredam kebisingan.

Selain itu, hindari juga penggunaan earphone sebelum tidur. Hal ini dikarenakan otak yang seharusnya beristirahat, namun gendang telinga dan sel rambut secara terus menerus terpapar suara keras dari earphone. ini bisa merusak sel rambut halus di dalam telinga yang berfungsi mengantarkan bunyi ke saraf pendengaran dan otak.

Berdasarkan data WHO saat menganalisis kebiasaan mendengarkan musik orang berusia 12-35 tahun, hampir 50 persen orang mendengarkan musik dengan volume yang melebihi ambang batas normal. Sebanyak 40 persen orang pun terpapar suara dengan volume yang berpotensi merusak telinga.

Teks : Indra, Berbagai sumber || Foto : Ilustrasi, IST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM