21Sep
Event

Jakarta World Forum for Media Development 2016

Global Forum for Media Development (GFMD), bersama dengan Dewan Pers dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menyelenggarakan World Forum for Media Development (WFMD) pada 20-22 September 2016.  Forum ini dihadiri sekitar 500 peserta dari 62 negara, mencakup jurnalis, akademisi, praktisi dan pegiat media. Serta 80 pembicara dari mancanegara, 15 pembicara diantaranya dari Indonesia. Diskusi dibagi menjadi lima sub-tema: Media di Asia, Ekstrimisme, Media dan Bisnis, Khalayak Media, serta Teknologi.

Mengambil tema utama “Decoding the Future: Rethinking Media for a New World,”  forum diharapkan bisa menjadi wahana berbagi pengalaman, tukar gagasan, mengetahui teknologi komunikasi terbaru, dan mendiskusikan hasil riset. Forum juga diarahkan untuk menawarkan solusi praktis menghadapi tantangan baru industri media, seperti kemampuan meliput, mengakses informasi, dan melindungi wartawan. Forum ini juga mendiskusikan peran media dalam mengkonter agenda kelompok radikal, melihat trend media di kawasan Asia, serta menggagas berbagai inovasi yang ditawarkan media baru.

Leon Willems, Chairman Global Forum Media for Development mengungkapkan, Jakarta merupakan tempat ideal untuk mendiskusikan tren media terbaru. “Selain menjadi simbol suksesnya transisi demokrasi, Jakarta juga dikenal sangat cepat mengadopsi teknologi informasi, seperti media sosial, untuk menyuarakan hak publik dan partisipasi politik. Jakarta berada di persilangan berbagai agama dan budaya, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari berbagi sektor.”

Sementara itu, Yosep Adi Prasetyo, ketua Dewan Pers  menyampaikan, penyelenggaraan WFMD di Jakarta merupakan prestasi bagi Indonesia. Melalui World Forum ini, tersedia forum bagi jurnalis, akademisi, dan pegiat media di Indonesia untuk diskusi dan membahas secara mendalam isu-isu jurnalisme di Indonesia dalam kancah internasional. ‘Kita berharap bisa mendapatkan perspektif dan komparasi menyangkut independensi media, konglomerasi media, perkembangan media sosial, efek pengembangan teknologi digital, serta isu terorisme.”

Lebih lanjut, Universitas Multimedia Nusantara merasa terhormat menjadi tuan rumah dari event internasional, seperti yang diungkapkan oleh Rektor UMN Dr. Ninok Leksono, Rabu (14/9). “Acara ini dilaksanakan pada waktu yang tepat, di mana industri media sedang dilanda tsunami digital media, media tradisional ditantang oleh media digital, fenomena yang disertai bangkitnya media sosial serta generasi Y,” ungkap Ninok.

Ninok turut mengatakan UMN tidak hanya berharap Jakarta World Forum akan menjadi sukses dan mampu untuk menciptakan keputusan dan rekomendasi yang penting, tetapi juga mampu untuk memperluas jejaring dengan tokoh media serta pakar media internasional untuk kemajuan UMN. “Sebagai rektor, saya mendorong civitas academica UMN, khususnya fakultas Ilmu Komunikasi untuk dapat mengambil peran aktif pada forum ini,” jelasnya.

Teks : Indra || Foto : Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM