03Feb
Kids

Mengenalkan Olahraga Ekstreme Pada Buah hati

Olahraga ekstrem memang identik dengan sesuatu yang memacu adrenalin. Biasanya, olahraga penuh tantangan ini dilakukan oleh mereka yang telah berusia 15 – 45 tahun. Namun, bagaimana jika olahraga ini dilakukan oleh para orangtua yang membawa serta anak-anaknya?  Atau si anak melakukannya sendiri dibawah pengawasan orangtua? Tepatkah hal itu dilakukan?

Mengajarkan buah hati untuk menghadapi berbagai rintangan dalam kehidupan melalui olahraga ekstrem memang banyak dilakukan oleh para orangtua jaman sekarang. Hal ini dilakukan agar anak-anak mereka mengenal lebih awal tingkat kesulitan yang akan dihadapi saat ia menjalani hidupnya kelak dewasa nanti.

Bahkan, melalui olahraga ekstrem ini pula, para orangtua ingin menjadikan stamina anak-anaknya lebih kuat dalam menghadapi iklim bumi yang kian tidak bersahabat bagi kesehatan tubuh manusia, terutama anak-anak yang masih belum memiliki sistem imun tubuh yang kuat.

Dengan alasan inilah, mengapa para orangtua mau mengajak buah hatinya untuk bersama melakukan olahraga ekstreme.

Adapun olahraga ekstrem yang kerap dilakukan oleh orangtua yang membawa serta anaknya, antara lain, membawa anak mendaki gunung, mengajak anak berenang di lautan, berselancar dengan menggendong anak, dan masih banyak lainnya. Tentunya olahraga ekstrem yang dimaskud masih dalam batas wajar untuk ukuran seorang anak ya.

Meskipun semua aktifitas ini syah-syah saja, namun para orangtua harus memperhatikan atau mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi kepada si anak. Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini :

  1. Pertimbangkan risiko yang kemungkinan terjadi dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan. Ingat bahwa Anda dan anak Anda sangat dinanti kepulangannya oleh kakek neneknya, atau sanak saudara yang ada di rumah.
  2. Periksa kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui kesiapan fisik Anda dan buah hati dalam melakukan olahraga ekstrem yang akan dilakukan. Bila memang fisik keduanya tidak siap, jangan dipaksakan. Tunggu hingga kondisi keduanya membaik.
  3. Tentukan waktu yang tepat agar tidak menggangu aktifitas lainnya.
  4. Persiapkan berbagai perlengkapan keselamatan dan obat-obatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  5. Luangkan waktu untuk bersitirahat lebih, karena kondisi imun buah hati sangat berbeda dengan daya tahan tubuh yang Anda miliki. Jaga kesehatan selama beraktifitas. Cukupi asupan untuk Anda dan buah hati tercinta.

Teks : Berbagai sumber, Foto : Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM