02Jun
Kids

Pentingnya Ajarkan Anak Puasa Sejak Dini

Sebagai orangtua, kita perlu melatih anak untuk berpuasa sejak dini. Mulai menanamkan kesadaran untuk tidak makan dan minum di depan teman sebaya yang sedang berpuasa menjadi salah satu cara praktisnya.

Dengan mengajarkan puasa sejak dini, diharapkan anak akan lebih terbiasa dalam menjalani ibadah puasa tanpa merasakan puasa sebagai beban melainkan ibadah yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan tentunya bisa menciptakan Kecerdasan Spiritual (SQ), kecerdasan yang berasal dari batin atau jiwa seseorang yang selalu berpikir positif sehingga mampu tumbuh menjadi manusia seutuhnya.

Namun, mewujudkan kebiasaan yang baik ini bukan perkara yang mudah. Para orangtua harus ekstra sabar mendidik mereka berpuasa di usia dini. Selain faktor teman sebaya yang terkadang belum diajarkan berpuasa, faktor fisik si anak yang belum kuat menahan lapar dan haus menjadi tantangan terberat yang biasanya harus dihadapi anak saat melatih puasa di bulan Ramadhan.

Berdasarkan ilmu tumbuh kembang, ahli pangan dan gizi, Institut Pertanian Bogor, Prof Hardinsyah, seperti yang dikutip dari republika.co.id, puasa memang perlu dilatih sejak anak-anak. Paling tidak, ketika sudah TK, fisiknya mampu untuk diajarkan berpuasa. Dalam usia sekitar lima tahun, orangtua bisa mengajarkan berpuasa setengah hari dulu atau bisa juga berpuasa penuh, tapi jangan dipaksakan.

Sedangkan dari sisi religi, Islam mengajarkan, paling tidak anak bisa berpuasa ketika ia berusia enam atau tujuh tahun. Jika sudah berusia tujuh tahun, tapi sang anak belum belajar berpuasa karena manja, sang orangtua berhak memberikan hukuman.
Berikut beberapa cara melatih anak berpuasa pada anak usia balita:

  • Pada usia ini latih anak berpuasa secara perlahan dan dengan cara yang menyenangkan.
  • Tanamkan kesadaran dan kepedulian anak tentang pentingnya beribadah, yaitu dengan membacakan cerita-cerita anak yang bersifat agamis, kisah tauladan Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai agama tentang berpuasa yang terkandung didalam cerita tersebut.
  • Kenalkan anak akan hal-hal rutin di bulan puasa seperti sahur, berbuka dan shalat tarawih. Libatkan anak untuk ikut melakukan setiap kegiatan tersebut. Bangunkan anak pada saat sahur dan ajak ia memilih dan menyiapkan menu saat berbuka puasa.
  • Tanamkan pada anak, bahwa kita harus menghormati setiap orang yang menjalankan ibadah puasa. Ajak anak berpuasa semampunya, misalnya berpuasa hingga pukul 12, setelah makan dan minum sepuasnya, mereka melanjutkan puasanya.

Teks : Indra, berbagai sumber || Foto : Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM