20Oct
Product

Ragam Sepeda Pemacu Adrenalin untuk Bikers

Sepeda memiliki ragam jenis yang dibuat dengan bentuk dan karakteristik tertentu. Dan salah satu jenis yang paling banyak digemari adalah sepeda gunung (Mountain Bike). Diperkenalkan pada tahun 1970, sepeda ini diperuntukkan untuk bersepeda di medan yang berat atau off-road. Lintasan yang dilalui berupa jalan tanah yang tidak rata, berkerikil atau berbatu, berlumpur, berpasir, dengan beberapa tanjakan atau turunan yang tajam.

Untuk menyesuaikan dengan jenis medan yang dilalui, ciri-ciri kerangka sepeda gunung terbuat dari bahan yang ringan seperti aluminium, baja, titanium dan bahan komposit serat karbon. Menggunakan shock breaker, rem yang kuat, ban sepeda dengan ukuran lebih besar dan lebar sehingga mampu mencengkram tanah dengan kuat dan tidak mudah terpleset saat digunakan. Berikut rekomendasinya!

  1. Cross Country adalah sepeda yang dibuat untuk lintasan off road dengan rintangan minim hingga menengah seperti trek beraspal sampai tanah yang kasar. Sepeda ini sangat disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain MTB. Karna sepeda di design sangat efisien dan mudah dikayuh pada tanjakan, jalan aspal hingga jalan tanah kasar sehingga dapat melaju dengan cukup cepat untuk menjangkau jarak yang lebih jauh.
  2. Trail. Modifikasi dari tipe cross country dengan menggunakan sistem suspensi yang lebih halus. Sepeda Trail umumnya lebih berat dan kuat serta dapat menjangkau jarak yang jauh dan pemakai juga dapat mengontrol saat melintasi jalanan berbatu dan kasar. Kekurangannya pemakai harus memiliki tenaga dan kekuatan yang lebih saat mengayuh sepeda .
  3. Downhill (DH). Sepeda ini khusus dirancang untuk menuruni gunung, bukit atau lereng dengan kecepatan tinggi. Downhill memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih kuat dibandingkan tipe sepeda yang lain. Untuk menuju lokasi, sepeda tidak dikayuh, melainkan sepeda didorong atau diangkut dengan mobil.
  4. All Mountain (AM). Dirancang untuk melewati lintasan yang lebih berat dengan gundukan tanah lebih besar, berbatu, serta menaiki dan menuruni bukit dengan kecepatan tinggi sambil melompat keatas (jump) atau turun (drop). Dilengkapi dengan suspensi depan dan belakang, sepeda AM dibuat menggunakan stang yang lebih panjang dan stem yang lebih pendek untuk kemudi yang lebih reaktif.
  5. Free Ride. Dirancang untuk lompatan tinggi dan tekhnik ekstrim lainnya. Sepeda ini hasil modifikasi dari sepeda downhill namun dibuat lebih mudah saat mengayuh. Free Ride juga memiliki sedikit fitur suspensi dan lebih ringan. Sepeda ini kurang cocok bila digunakan untuk touring jarak jauh.
  6. Dirt Jump (DJ). Sepeda DJ dirancang untuk melakukan lompatan-lompatan tinggi dan ekstrim di udara. Sepeda ini memberikan kesan kokoh dan kekar. Dirt Jump memiliki setang yang mirip dengan BMX tetapi frame lebih besar.

Teks : Anggi, berbagai sumber || Foto : Ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM